Strategi Pemasaran a-la Microsoft untuk Bisnis Anda

Strategi pemasaran adalah salah satu upaya untuk mempertahankan, bahkan menaikkan eksistensi dari suatu usaha yang sedang berjalan atau sudah berjalan dalam beberapa waktu, tidak terbatas akan berapa lamanya sebuah usaha ada, akan selalu ada strategi yang diluncurkan demi memasarkan barang atau jasa mereka. Bermacam-macam cara dan inovasi strategi dicoba dan diterapkan sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan kebutuhan orang-orang yang membutuhkan layanan dari masing-masing perusahaan. Tidak hanya perusahaan kecil, perusahaan besar yang memiliki nama tersohorpun harus selalu memperbaharui inovasi dan strategi yang bagus untuk mencapai target namun tetap memenuhi kebutuhan pasar. Sebut saja Microsoft yang terus menerus memperbaiki strategi pemasaran mereka.

Di artikel ini, kita akan membahas bagaimana Microsoft menyusun strategi mereka untuk tetap menjaga eksistensi usaha mereka. Diharapkan, dari sini kita bisa juga mendapatkan pengetahuan untuk semakin memperbaiki usaha dan pendekatan kita yang sedang menjalankan usaha untuk mencapai pasar dan konsumen yang lebih besar. Kita akan membahas secara dalam mengenai strategi pemasaran terlebih dahulu.

Strategi pemasaran pada umumnya akan berkaitan dengan ketetapan harga suatu barang atau jasa, penjualan atau selling, dan pendistribusian produk mereka. Strategi ini diterapkan untuk usaha yang terus menerus berinovasi dan memberikan stimulasi bagi produsen. Pada mulanya, Microsoft memiliki strategi yang dinamakan Scroogled yang diluncurkan pada tahun 2012. Scroogled berfokus pada persaingannya dengan mesin pencari ternama, Google, dengan menunjukkan perbandingan dan mengritisi servis dan produk mereka jika dibandingkan dengan Outlook.com dan Bing.com.

Beralih dari Scroogled, pemimpin Microsoft sekarang yang bernama Satya Nadella mengubah strategi dan pendekatan mereka menjadi lebih humanis. Disadur di laman https://research-methodology.net yang membahas tentang strategi Microsoft yang digunakan sekarang, berikut ini adalah beberapa hal yang dilakukan oleh Satya untuk mempertahankan perusahaan raksasa ini di pasar. Satya memfokuskan pendekatan yang lebih berfokus dengan pelayanan terhadap konsumen atau pelanggan. Metode ini berhasil menaikkan pendapatan Microsoft lebih besar 13% dibandingkan tahun sebelumnya pada tahun 2018.

Strategi pemasaran a-la Microsoft adalah sebagai berikut:
  1. Berfokus pada elemen produk dari Marketing Mix. Microsoft memiliki salah satu Teknik pemasaran yang dinamakan Microsoft 7Ps of Marketing yang berfokus pada elemen produk dari Marketing Mix mereka dan menekankan elemen ini dibandingkan dengan elemen lainnya. Oleh karena itu, perusahaan teknologi multinasional ini telah menerima tingkat kenyamanan pengguna yang tinggi dari produk dan layanannya sebagai proposisi penjualan unik yang terkait dengan merek.
  2. Berinvestasi dalam komunikasi pesan pemasaran melalui berbagai saluran komunikasi pemasaran secara terintegrasi. Perusahaan raksasa ini menggunakan beragam saluran komunikasi pemasaran seperti iklan, promosi penjualan, hubungan masyarakat, pemasaran langsung, dan penjualan pribadi secara terpadu untuk mengomunikasikan pesan pemasarannya ke segmen pelanggan sasarannya. Dengan pemasaran yang semakin masif, diharapkan banyak elemen yang mereka sentuh.
  3. Menargetkan pelanggan yang menghargai efektivitas dan efisiensi dari produk mereka. Penargetan dan penentuan posisi segmentasi Microsoft berfokus pada kelompok atau individual tertentu di antara populasi yang menghargai kecepatan efisiensi operasi dan fitur serta kemampuan canggih dari produk dan layanan teknologi. Dengan ini, pemasaran mereka lebih terstruktur dan lebih terarah karena mereka tahu ke mana atau kelompok seperti apa yang akan mereka pasarkan dan lebih memahami kebutuhan mereka akan produk Microsoft.

Itulah analisis dari strategi pemasaran a-la Microsoft yang sedang dijalankan oleh korporasi mereka. Mereka lebih menganalisa dan menargetkan pelanggan seperti apa yang akan mereka tuju dengan menawarkan produk-produk unggulan mereka yang ada di Marketing Mix mereka, serta berusaha untuk menjangkau setiap elemen secara luas dengan memasarkan produk mereka secara masif. Dengan strategi terbaru ini, mereka mencapai omzet yang lebih banyak dan konsumen setia yang menggunakan servis mereka secara terdedikasi.

Baca juga: Virtual Office di Indonesia: Legal atau Tidak? dan Serviced Office Sebagai Pilihan UMKM

Baumgarten Theodora
A person who loves researching, would spend all day just reading.

Leave your comment