Perbedaan Serviced Office dan Virtual Office Yang Jarang Diketahui

perbedaan serviced office dan virtual office

Serviced office atau jasa sewa kantor dan virtual office alias kantor virtual sudah seperti rangkaian jasa yang selalu datang bersamaan. Mereka adalah alternatif sewa kantor dibuat oleh pengembang, yang mana keduanya mampu mereduksi biaya operasional usaha pebisnis dalam sewa-menyewa kantor; mereka mendapatkan fasilitas seperti kantor pada umumnya namun biaya yang dikeluarkan jauh lebih terjangkau. Nah, meskipun serviced office dan virtual office terlihat seperti ‘paket’ yang datang secara bersamaan, mereka ini memiliki perbedaan, loh. Mau tahu apa perbedaan serviced office dan virtual office? Simak di bawah ini, ya!

Perbedaan Serviced Office dan Virtual Office Secara Dasar

Serviced office dan virtual office sudah menjamur di mana-mana. Terdapat beberapa perbedaan fundamental di dalamnya. Serviced office lebih mirip dengan kantor konvensional, tetapi dimiliki dan dikelola oleh pengelola fasilitas. Sementara, virtual office hanya menyediakan alamat fisik dan beberapa fasilitas umum yang bisa diakses dengan pengguna kantor virtual lain, namun sebagian besar fasilitas kantor dan teknologi juga digunakan oleh bisnis atau pekerja dari lokasi lain yang menggunakan fitur yang sama.

Penggunaan Teknologi dan Tatap Muka

Serviced office dengan kantor fisik memungkinkan interaksi antar karyawan karena sifatnya. Jika ada beberapa pengaturan yang harus dibutuhkan, mereka tidak harus terkoneksi lewat internet atau teknologi yang memadai demi memenuhi pengaturan/susunan tersebut. Lain halnya dengan virtual office yang mengharuskan para karyawan atau pebisnis untuk mengerti teknologi lebih mahir. Virtual office mengharuskan mereka terkoneksi secara virtual. Hal ini juga menggarisbawahi bahwa serviced office memungkinkan untuk karyawan saling bertatap muka setiap hari, sementara untuk virtual office, hanya dengan koneksi internet yang bagus saja, para pebisnis dan karyawannya dapat berkomunikasi.

Perbandingan Biaya

Dengan fitur-fitur yang sebelumnya dijelaskan di atas, virtual office membutuhkan biaya yang lebih kecil dibandingkan dengan serviced office, ini menjadi hal dasar mengenai perbedaan serviced office dan kantor virtual ini. Hal ini kemungkinan besar terjadi karena virtual office tidak memerlukan kantor fisik dan perabot lainnya yang dibutuhkan seperti kantor pada umumnya. Virtual office hanya memerlukan alamat (serta domisili gedung jika dibutuhkan) untuk surat menyurat dan urusan legalitas mereka. Bahkan, beberapa virtual office tidak membutuhkan nomor telepon sama sekali.

Beda halnya dengan serviced office. Jasa ini memberikan layanan yang hampir sama dengan kantor tradisional atau konvensional pada umumnya. Perabot, meja, kursi, jaringan internet yang terdedikasi, hingga nomor telepon. Mereka tidak hanya sekedar menyewa alamat saja, pebisnis juga menyewa tempat yang siap pakai untuk berinteraksi secara fisik dengan karyawannya dan untuk melakukan aktivitas bisnis atau usaha seperti pada umumnya.

Jadi, bagaimana? Sudah mengerti perbedaan serviced office dan virtual office? Untuk informasi lebih lanjut mengenai fitur-fitur serviced office dan virtual office dapat diakses di hyperlink di atas. Selamat berbisnis!

Soetamar Theodora R.
A person who loves researching, would spend all day just reading.

Leave your comment