Alasan Umum Startup Bisa Gagal dan Berhenti Beroperasi

Kegagalan suatu usaha adalah salah satu risiko, bahkan merupakan momok yang menakutkan untuk usaha-usaha rintisan karena banyaknya faktor yang harus dipertimbangkan saat memutuskan untuk membuka suatu usaha. Pengusaha akan berusaha untuk menghindari ini dengan cara sebaik mungkin, namun bukanlah suatu yang jarang terjadi jika sebuah badan usaha menganggap remeh suatu hal yang mengakibatkan kegagalan dari usahanya sendiri. Berikut adalah alasan-alasan umum mengapa usaha rintisan/startup bisa gagal dan harus menutup usaha mereka.

Tidak memenuhi kebutuhan pasar

Banyak bisnis yang harus gulung tikar karena permintaan pasar tidak memenuhi ekspektasi dari suatu perusahaan. Usaha rintisan atau startup yang tidak memberikan solusi bagi pasar dan masyarakat luas akan cenderung memiliki risiko gagal yang tinggi. Untuk itu, perlu bagi perusahaan atau orang yang akan memulai usaha untuk meriset pasar dan memberikan solusi bagi kebutuhan yang butuh penyelesaian. Tawarkan solusi yang berguna dan dapat dipertimbangkan orang lain.

Ketidaksesuaian harga

Supply and demand adalah salah satu hal yang harus diketahui dalam ilmu ekonomi. Ini adalah suatu teori yang menggambarkan hubungan di pasar antara pembeli dan penjual suatu komoditi. Model ini digunakan untuk menentukan suatu harga di pasaran. Terdapat ekspektasi harga yang merupakan salah satu elemen penting. Dalam menentukan harga suatu jasa atau barang, sudah barang tentu konsumen/klien akan mempertimbangkan harga yang terjangkau dengan ekspektasi yang menjanjikan.

Usaha rintisan atau startup yang belum banyak pemasukan seringkali berusaha di sini. Ini adalah suatu masalah yang harus dipecahkan dengan berbagai macam pendekatan seperti mempertimbangkan biaya produksi, melihat kompetitor, dan harga jual dari produk/jasa yang ditawarkan berdasar pengetahuan konsumen.

Kompetisi yang sulit

Sudah barang tentu suatu usaha akan menemui halangan, salah satunya adalah saingan atau kompetitor. Jangan meremehkan atau bahkan abai akan hal itu, pelajari gerakan mereka agar mampu untuk tetap bersaing secara sehat dan terus bertahan di pasar. Usaha yang bergerak harus menciptakan sesuatu yang membedakan usaha rintisan satu dengan yang lain, tentu saja pembeda tersebut haruslah menarik pasar.

Pengelolaan dana yang kurang efisien

Suatu proyek yang kehabisan dana bukanlah hal baru dan tidak hanya terjadi di usaha rintisan saja, namun usaha pada umumnya. Misi dan visi usaha yang bagus seringkali tidak diimbangi dengan pemasukan yang memadai, memaksa pengusaha untuk berpikir ulang. Seperti yang diulas oleh CB Insights, perusahaan bernama Flud harus menutup usahanya karena tidak adanya dana tambahan. Usaha-usaha mati karena tidak adanya dana tambahan atau keuntungan yang diperoleh. Untuk itu, akan baik jika usaha rintisan memulai dengan dana seminimal mungkin namun digunakan secara efektif.

Internal/tim usaha yang kurang tepat

Membangun sebuah usaha seperti halnya membangun keluarga. Banyaknya kepala diharapkan akan memberikan sumbangan pemikiran dan masukan yang akan berguna ke depannya bagi usaha rintisan. Meski orangnya beragam, haruslah bagi mereka memiliki visi yang sama untuk kebaikan perusahaan sendiri. Tidak hanya itu, setidaknya sebagian orang harus benar-benar menguasai atau mengerti akan usaha yang akan mereka rintis. Ketidaktahuan tim akan usaha yang akan mereka jalankan juga akan mengakibatkan hal yang buruk bagi usaha. Sebuah tim sudah harusnya siap untuk menghadapi permasalahan yang dapat datang dari berbagai aspek dan menghindari

Fokus dalam membangun perusahaan, bukan ke customer

Dalam membangun sebuah usaha, memang membangun imej atau perkembangan perusahaan merupakan salah satu aspek penting bagi sebuah usaha. Namun, pelanggan/klien juga adalah aspek yang penting. Faktanya, kebutuhan pelanggan/klien adalah hal yang harus dipertimbangkan untuk majunya perusahaan. Usaha itu penting, namun pelanggan/klien dapat menyajikan fakta maupun imbal balik (feedback) terhadap pelayanan atau fasilitas yang kita berikan.

Imbal balik sangat penting untuk perusahaan dalam improvisasi aspek-aspek yang dikembangkan. Ini sangat dibutuhkan untuk menghindari salah satu alasan umum startup bisa gagal karena ketidakterbukaan kita terhadap imbal balik. Dengan begitu, usaha akan semakin terbuka dengan hal-hal baru, tidak hanya aspek internal, namun aspek eksternal.  

Alasan-alasan umum startup bisa gagal atau tidak beroperasi bisa dihindari. Aspek-aspek seperti mengutamakan konsumen dan riset pasar adalah hal-hal yang tidak mungkin diabaikan, namun pembenahan internal, terlebih terkait dengan pendanaan adalah hal yang harusnya juga menjadi perhitungan. Diharapkan setelah membaca artikel ini, pengusaha dan tim akan menjadi lebih bijak dalam mengatur segala aspek yang diperlukan untuk menghindari kegagalan startup.

Baca juga artikel mengenai alasan untuk memulai startup dan artikel panduan untuk memilih virtual office yang tepat untuk usaha Anda.

Baumgarten Theodora
A person who loves researching, would spend all day just reading.

Leave your comment